Melatih Anak Mandiri Sejak Dini

Yarobbi.com | Bulletin Ash-Shihah | Melatih Anak Mandiri Sejak Dini

Melatih Anak Mandiri Sejak DiniMasa kanak-kanak identik dengan bermanja-manja. Tak heran jika banyak orangtua yang memanjakan anaknya dengan memberikan pemakluman, ‘ah.. ga papa.. kan masih kecil..’ dan menuruti semua keinginan anak. Alhasil, sikap memanjakan tersebut malah jadi terlanjur mencetak sifat manja pada anak dan terbawa sampai ia besar. Kalau sudah begitu, lagi-lagi orang tua yang kerepotan karena anaknya semakin bertambah umur, tetapi tak juga kunjung mandiri. Sebagai contoh, ada seorang ibu yang setiap harinya masih menyuapi anaknya yang sudah berumur 16 tahun. Ada juga seorang ibu yang setiap pagi berlari-lari keluar-masuk kamar anak-anaknya karena harus menyuapi mereka satu per satu. Kondisi seperti ini terjadi karena mereka sudah terjebak rutinitas. Karena alasan waktu, ibu tetap merelakan dirinya setiap hari tergopoh-gopoh menyuapi anaknya yang sudah SMP. Pertanyaannya, sampai kapan anak tersebut akan terus bergantung pada ibunya? Ya.. Mandiri dan tanggung jawab itu memang bukan masalah mudah. Keduanya merupakan masalah besar yang harus disiapkan sejak anak masih kecil, melalui kehidupan rutin sehari-hari.

Melatih Anak Mandiri Sejak Dini

Kapan Anak Diajak Mandiri?
Melatih Anak Mandiri Sejak Dini, Pengasuhan keluarga adalah membentuk kebiasaan dan meninggalkan kenangan bagi anak. Sementara kekayaan paling berharga yang dimiliki orangtua adalah waktu. Jika orangtua kehilangan waktu untuk bersama dengan anak-anaknya, dia akan kehilangan kesempatan yang tidak bisa diulang kembali. Begitu juga jika orangtua menunda melatih kemandirian dan tanggung jawab sejak dini, maka orangtua akan kesulitan pada kemudian hari. Dalam memberikan tanggung jawab, orangtua juga harus peka terhadap kemampuan anak untuk bertanggung jawab. Kemampuan itu tergantung pada usia, kematangan dan kepribadian anak. Biasanya, sejak anak sudah bisa memahami perkataan orangtua dan bisa melakukan gerakan dasar motorik baik kasar (duduk, berdiri, berjalan) maupun halus (memegang dan mengambil barang) dengan baik merupakan awal terbaik untuk mendidik kemandirian dan tanggung jawab pada anak (biasanya diatas 2 tahun). Sebenarnya setiap anak sangat ingin dianggap bisa melakukan segala sesuatu sendiri. Mereka sangat menikmati semua yang terjadi akibat yang mereka lakukan. Misalnya, mereka senang bisa makan sendiri. Selain bisa bermain dengan makanan, mereka juga bisa menikmati makanan yang berserakan. Namun, eksperimen anak ini dianggap menyusahkan orangtua. Orangtua harus membereskan semua makanan yang berserakan dan meja yang kotor. Akhirnya orangtua merasa tidak sabar, apalagi jika mereka hanya memiliki sedikit waktu. Akhirnya orangtua memilih untuk menyuapi anaknya agar cepat selesai dan tidak kotor.

Melatih Anak Mandiri Sejak Dini

Tips Melatih Anak Mandiri Sejak Dini
Melatih Anak Mandiri Sejak Dini, Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan orangtua untuk melatih kemandirian anak:

  1. Beri beberapa tanggung jawab
    Salah satu cara yang paling efektif untuk mengajarkan tanggung jawab adalah berilah anak tanggung jawab untuk salah satu pekerjaan di rumah, seperti menyapu, membersihkan kamar mandi, cuci piring, dan sebagainya. Pada awalnya tentu anak belum bisa mengerjakan dengan sempurna. Namun, jangan tegur anak karena pekerjaan yang masih belum beres. Berilah petunjuk bagaimana mengerjakan dengan benar. Kegagalan dalam melakukan tugasnya akan menjadi guru yang baiknya. Mengajarkan anak mengerjakan pekerjaan rumah tangga merupakan tanggung jawab yang harus dilakukan orangtua. Anak tidak hanya dihantar untuk berprestasi di bidang akademis saja, tetapi juga harus mampu mengurus diri sendiri dan rumah tangga. Dengan demikian, kita tidak menciptakan masyarakat yang mudah membuang segala sesuatu. Jika ada barang rusak, dia lebih memilih untuk membuangnya dan membeli yang baru, bukan mencoba untuk memperbaikinya.
  2. Biarkan dia belajar mengambil keputusan
    Orangtua jangan hanya membanjiri anak dengan kasih sayang membuta, namun juga berikan mereka dukungan dan dorongan untuk bereksplorasi dan mempunyai rasa ingin tahu. Biarkan anak membuat pilihan sendiri, dan biarkan juga dia merasakan kecewa karena pilihannya yang tidak tepat. Orangtua hanya berfungsi sebagai jaring pengaman emosi, atau selalu siap membesarkan hati anak yang kecewa.
  3. Latihan menjalankan tugas
    Satu-satunya cara untuk menguasai keahlian apapun ialah melalui praktek. Dengan membiarkan dia menangani tugas sesuai dengan usia, seperti berpakaian, atau menyelesaikan PR, hal ini akan membantunya lebih mandiri.
  4. Memberi contoh baik
    Anak belajar bertanggung jawab dengan mengamati orang dewasa di sekitarnya. Orangtua dan orang dewasa lain di sekitar anak akan menjadi contoh. Jika orang dewasa juga tidak bisa bertanggung jawab, jangan harap anak akan bertanggung jawab. Tanggung jawab orangtua adalah memberikan contoh baik di mata si kecil. Selalu menepati janji yang telah diucapkan kepada si kecil, juga merupakan cara Anda memberi contoh kepadanya.
  5. Manfaatkan buku
    Buku cerita anak banyak mengandung pesan. Jadi, ketika ada waktu untuk membacakan cerita, Anda bisa memilih buku yang menggambarkan tentang tanggung jawab. Pilih juga buku dengan karakter tokoh dan setting menarik untuk dapat menarik perhatiannya.
  6. Dukung si kecil lewati situasi sulit
    Naluri utama orangtua ialah mengarahkan dan melindungi anak ketimbang mengatakan apa yang harus dia lakukan secara lugas. Lebih baik berikan bimbingan pada anak melalui proses hingga kesimpulan yang dibuatnya sendiri. Ajukan pertanyaan-pertanyaan dan dorong si kecil untuk berpikir sendiri dengan dukungan Anda.
  7. Ajarkan tentang konsekuensi
    Dalam mengajarkan tanggung jawab, jangan lupa juga untuk mengenalkan anak pada konsekuensi. Orangtua ingin anaknya selalu mendapat nilai bagus, tidak kelaparan, dan sebagainya. Akibatnya, orangtua mau bersusah payah membantu anaknya agar anak tidak merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Misalnya, ibu yang selalu bersitegang dengan anaknya karena anak tidak mau makan. Biarkan saja anak merasa lapar, kalau perutnya sakit nanti juga dia akan makan. Begitu juga kalau dia tidak bisa bangun pagi. Biarkan saja sekali-kali dia ditegur gurunya karena terlambat. Dengan begitu dia akan tahu konsekuensinya. Jika tidak makan, maka dia akan merasa lapar. Jika tidak bisa bangun pagi, maka dia akan terlambat dan akhirnya ditegur guru. Jika anak sudah merasakan konsekuensi, bimbinglah anak untuk mencoba lebih baik lagi. Jika anak sudah berhasil melakukannya, pujilah anak agar rasa percaya diri anak tumbuh.

Melatih Anak Mandiri Sejak Dini

Sebagai orang tua, bantulah anak untuk mengerti hubungan antara tanggung jawab dengan hak pribadi. Berilah tambahan hak jika tanggung jawab anak bertambah juga. Dengan belajar tanggung jawab, maka anak bisa menunjukkan dirinya mampu dan mengontrol diri sendiri. Rasa percaya diri pun akan tumbuh jika anak berhasil mengerjakan semua tugasnya. Anak juga akan belajar bahwa hidup mempunyai konsekuensi terhadap diri, keluarga, dan masyarakat. Masyarakat dan dunia akan berfungsi bila orang saling berusaha dan bertanggung jawab.

Melatih Anak Mandiri Sejak Dini



Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco

Bad Behavior has blocked 99 access attempts in the last 7 days.

Switch to our mobile site