Apakah Konsep Yin Yang sesuai Syariah?

Kita sering mendengar istilah YIN YANG dalam kehidupan sehari-hari kita. Setidaknya saat kita menonton televise atau film yang diproduksi dari Negara tirai bamboo. Kita dapati dalam film-film yang kebanyakan bertemakan kungfu, vampire, maupu kisah perjuangan kolosal gambar lingkaran berisi dua warna hitam dan putih yang kita sebut symbol YIN YANG.

Sebagian dari kita, umat islam, belum mengenal dan memahami secara mendalam konsep YIN YANG. Tidak jarang justru antipati atau alergi dengan istilah YIN YANG hanya sebab YIN YANG identik dengan budaya china yang budayanya masih banyak berdekatan dengan hal-hal yang kurang sesuai dengan syariah islam. Namun, apakah demikian? Apakah kita jadi dihukumi haram ketika kita menggunakannya dalam pengobatan bekam?

Fenomena Qi
Dasar dari TCM (Traditional Chinese Medicine ) adalah teori Yin Yang dan Lima Unsur. Dasar tersebut diformulasikan oleh bangsa Cina kuno melalui suatu observasi yang panjang tentang fenomena alam. Bangsa Cina kuno secara istiqomah terus mengamati sampai pada kesimpulan bahwa segala fenomena alam itu semuanya oleh konsep yang dinamakan Qi (energi).

Qi inilah yang membedakan kedokteran modern dan tradisional. Qi tidak dapat dilihat, tetapi dapat dirasakan fenomenanya dalam tubuh manusia. Qi inilah yang membedakan seseorang yang satu dengan yang lain meskipun secara fisik/anatomi sama-sama berbadan kekar dan dalam pemeriksaan medis modern tidak terdapat permasalahan pada kesehatannya.

Contohnya, seseorang dengan berat badan dan postur tubuh yang sama, tetapi ada yang tahan naik kendaraan bermotor tanpa jaket, yang slain tidak tahan jika tidak memakai jaket. Contoh diatas adalah salah satu bentuk fenomena perbedaan tingkat energi kekebalannya terhadapaangin (Wei Qi) dalam tubuh seseorang yang dapat kita amati dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh yang lain, seseorang akan semangat dalam bekerja dan terlihat luar biasa energinya karena dia baru saja bahagia bertemu dengan kekasihnya. Rasa cinta inilah yang akan membuat perbedaan orang yang satu dengan yang lain dalam penampilan energinya. Itulah Qi, tidak dapat dilihat namun akan nampak dalam sebuah fenomena yang di munculkan oleh Qi.

Lalu apa sih Yin Yang?
Yin Yang bukan hanya sekedar deretan suatu hal atau sesuatu yang berlawanan/terpisah. Konsep tersebut tidak dapat dibatasi dari segala sesuatu di alam semesta ini, yang selalu mempunyai dua aspek, yaitu Yin dan Yang. Konsep yang mendasar ini merupakan dasar diagnosis dan terapi dalam TCM.

YIN YANG bersifat relative dan selalu dalam perubahan yang dinamis. Segala sesuatu itu mengandung derajat rasio dari YIN dan YANG. Dasar pengertian YIN YANG ditulis dalam buku Yi Jing, yang memuat tentang segala perubahan di alam semesta ini. Buku ini diperkirakan ditulis pada tahun 700 SM.

Teori YIN YANG mengemukakan bahwa segala sesuatu di bumi ini terdiri atas dua hal yang berlawanan, yaitu YIN dan YANG. Sedangkan hubungan YIN dan YANG merupakan suatu kekuatan dari dalam yang menjadi penyebab semua perkembangan dan perubahan. Menurut teori ini perubahan secara alamiah terjadi ketika segala sesuatu mencapai puncaknya. YIN YANG mempunyai pengertian alamiah bahwa sesuatu di alam semesta berdasarkan dua sifat, yaitu saling berlawanan, saling seimbang, saling menghidupkan dan tidak mutlak.

logo yinyang

logo yinyang

Gambar di atas mempunyai arti yang cukup dalam, yaitu sifat keseimbangan. Keseimbangan dalam bidang kedokteran konvensional disebut pula sebagai homeostasis. Hanya saja yang perlu diketahui, pemaknaan seimbang dalam TCM itu tidak sama dengan keseimbangan mutlak sebagaimana dipahami dalam dunia sains. Dalam YIN terdapat YANG (dalam gelap ada terang). Dalam Yang terdapat YIN (dalam terang ada gelap). Selama tercapai keseimbangan (homeostasis) maka tubuh manusia dalam kondisi sehat.

Secara lebih mendetail dikatakan bahwa homeostatis TCM dimaknai sebagai, “suatu yang bersamaan dalam energi yang berlawanan dan dinamis”. Hal yang menggembirakan adalah saat ini ilmu kedokteran modern ternyata juga menggunakan konsep keseimbangan/homeostasis terutama dalam dunia kedokteran untuk kondisi humoral tubuh.

Beberapa sifat YIN YANG

A. Sifat Berlawanan Yin-Yang
Teori YIN-YANG menyatakan bahwa segala sesuatu di alam semesta mempunyai aspek yang berlawanan, yaitu Yin dan Yang.

Sifat berlawanan YIN-YANG tercermin terutama dalam hal kemampuan untuk mengatasi dan mengawasi satu sama lain. Misalnya, hangat dan panas (YANG), dapat menghilangkan sejuk dan dingin (YIN), sementara itu dingin dapat menurunkan suhu. Aspek YIN atau YANG dengan sesuatu fenomena akan membatasi yang lain melalui perlawanan.

Pada keadaan normal dalam tubuh manusia, ada keseimbangan fisiologis yang diatur melalui saling berlawanan antara YIN dan YANG. Bila suatu keadaan hubungan saling berlawanan ini menyebabkan kelebihan atau kekurangan YIN atau YANG, keseimbangan fisiologis dari tubuh akan terganggu dan timbul penyakit. Kaedah dasarnya, “Kelebihan YIN menyebabkan kekurangan dari Yang atau hiperaktif dari YANG menyebabkan kekurangan YIN”. Contohnya pada orang yang terlalu banyak makan buah menyebabkan diare. Karena unsur dingin dalam buah membuat tubuh kekurangan YANG / Penghangat. Maka kondisi yang dapat dilihat adalah diare, encer, perut mulas, badan terasa dingin.

B. Sifat Saling Tergantung Yin dan Yang
YIN-YANG mempunyai hubungan saling ketergantungan, satu dengan lain tidak dapat dipisahkan, tidak ada YIN tanpa YANG dan sebaliknya.

Pada Tubuh manusia, YIN menunjukkan substansi nutrien (bahan makanan) dan YANG menunjukkan aktivitas fungsional nampak pada bagian dalam, oleh karena itu YIN terletak di dalam, sedangkan aktivitas fungsional nampak pada bagian luar, dengan demikian Yang nampak pada bagian luar.

Manifestasi YANG pada bagian luar adalah gerakan dari bagian dalam, demikian maka disebut “YANG adalah pelayanan dari YIN”, YIN yang terletak pada bagian dalam adalah bahan dasar untuk aktivitas fungsional dan oleh karena itu disebut “Pelindung YANG”. Contohnya, makanan/ nutrient akan tercerna jika energi di dalam pencernaan cukup. Pada orang yang kekurangan gizi maka diterapi dengan memberikan ramuan yang memberikan energi terhadap pencernaan dahulu sebelum diberi makanan/nutrisi.

C. Hubungan Saling Melengkapi dan Menunjang dari Yin dan Yang
Dua aspek YIN dan YANG dengan fenomena apa saja adalah tidak berdiri sendiri, tetapi dalam keadaan terus-menerus saling melengkapi dan menunjang. Contohnya, berbagai aktivitas fungsional (YANG) badan akan membutuhkan masukan sejumlah substansi nutrien (YIN) akan membutuhkan sejumlah energi (YANG), ini merupakan proses konsumsi YANG untuk mendapatkan YIN. Contohnya, berbagai aktivitas fungsional (YANG) badan akan membutuhkan masukan sejumlah substansi nutrien (YIN) akan membutuhkan sejumlah energi (YANG), ini merupakan proses konsumsi YANG untuk mendapatkan YIN.

Pada keadaan normal, hubungan saling melengkapi menunjang dari YIN dan YANG adalah suatu keadaan keseimbangan yang relative. Pada keadaan normal hubungan ini berjalan dalam batas-batas logis, apabila ada kelebihan atau kekurangan dari salah satu YIN atau YANG, maka menyebabkan timbulnya penyakit.

D. Hubungan Saling Mengubah dari Yin-Yang
Dua aspek YIN-YANG dengan fenomena apa saja adalah tidak absolut tetap. Pada keadaan tertentu salah satu dari keduanya dapat berubah ke bentuk lain, yaitu YANG dapat berubah menjadi YIN atau YIN berubah menjadi YANG.

Bila hubungan saling memakai menunjang adalah suatu proses perubahan secara kwantitatif, maka hubungan saling mengubah antara YIN dan YANG adalah perubahan secara kwalitatif. YIN yang berlebihan akan menghasilkan YANG dan YANG berlebihan akan menghasilkan YIN. Contohnya, Orang yang kedinginan kehujanan kalau tidak dihangati maka akan muncul badan panas sebagai akumulasi dari dingin yang menghasilkan panas. Demikian juga dengan orang yang terkena demam, maka kalau tidak diterapi dengan baik akan muncul fase kedinginan hebat sebagai akumulasi dari panas ( contoh pada DBD stadium Pre sock).

Simpulan materi
Dari uraian diatas saya mengenai konsep YIN YANG, saya mengambil simpulan bahwa YIN YANG merupakan konsep kehidupan yang luar biasa. Konsep YIN YANG berbicara mengenai keseimbangan yang ternyata konsep keseimbangan pun ada di dalam al Qur an dan as sunnah. Allah Subhanahu wata’ala berfirman, “Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (Ar Ra’d (13):3). Pada ayat yang lain Allah membicarakan fakta penciptaan bahwa segala sesuatu Allah jadikan berpasangan, Allah sebutkan berpasang-pasangannya laki-laki dan perempuan (53:45) atau Allah SWT menciptakan segala sesuatu di alam ini dengan berpasang-pasangan (51:49).

Pada hadist-hadis yang membahas cara makan Nabi, Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam sering mempraktekkan konsep keseimbangan. Cermatilah saat beliau makan kurma, maka diimbangi dengan memakan mentimun. Kurma sifatnya hangat dan mentimun sifatnya dingin, sehingga diharapkan tidak banyak unsur panas yang berlebihan di dalam tubuh sehingga membuat badan jadi tidak seimbang.

So, menurut hemat penulis, konsep YIN YANG adalah sebuah hikmah yang sangat bermanfaat bagi kaum muslimin dan umat manusia secara keseluruhan. Ambillah yang sesuai dengan apa yang sudah Allah dan RasulNya gariskan lalu gunakan sebanyak-banyaknya demi kemaslahatan umat dan kaum muslimin. Wallahu a’lam Bish shawab.

Author is dr Achmad Ali Ridho Akp
More artikel about bekam? main aja ke yarobbi.com



2 Responses to “Apakah Konsep Yin Yang sesuai Syariah?”

  1. artikel menarik, mohon ijin copas,semoga banyak manfaatnya, terima kasih

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco

Bad Behavior has blocked 100 access attempts in the last 7 days.

Switch to our mobile site